« August 2008 | Nyoman's Blog Top | October 2008 »

September 28, 2008

Kerja di Jepang 5 : Jadi ANAK BENGKEL di Tokyo

Saat ini aku dan isteriku tinggal di daerah Kanagawa, dekat kota Tokyo. Isteriku bekerja sebagai WEB-Designer di daerah Shibuya, Tokyo. Aku sendiri bekerja di perusahaan yang bidang usahanya adalah 'ASHIBAYASAN' (=SCAFFOLDING-RENTAL/Penyewaan Alat2 PERANCAH BANGUNAN). Perusahaan cukup besar dengan cabang2 perusahaan (Center) ada di Sendai, Niigata, Nagoya, dll.



Peralatan SCAFFOLDING (Perancah Bangunan) yang disewakan ber-macam2 ukuran dan bentuk serta kegunaan, yang semuanya terbuat dari pelat besi dan pipa besi serta aluminium. Truk2 besar milik perusahaan dan juga truk2 milik perusahaan 'GEMBA' (=DEVELOPER/Konstruksi) penyewa alat2 SCAFFOLDING datang tiap hari memuat atau menurunkan peralatan SCAFFOLDING yang akan disewa atau yang akan dikembalikan. Peralatan SCAFFOLDING yang telah dikembalikan akan di-cek, diperbaiki dan di-servis untuk disewakan lagi. Jam kerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore tapi biasanya lembur hingga jam 7 malam. Hari Sabtu pun adalah hari kerja sehingga hari Minggu saja libur. Karena harus 3x naik dan pindah kereta api, maka biasanya aku bangun pagi jam 5:30 dan berangkat kerja jam 6:15. Pulang kerja sampai di rumah sekitar jam 9 malam.





Pekerjaanku sebenarnya adalah di bagian 'SEBI' (=MAINTENANCE/Perawatan dan Pengecekan) alat2 Scaffolding. Tapi karena saat ini perusahaan kekurangan pekerja maka aku juga 'dipekerjakan' di bagian 'KASUNASI' (=Pendataan barang2 dengan alat 'SENSOR' dan Komputer) serta sebagai 'FORKMAN' (Mengemudi kendaraan FORKLIFT). Pekerjaan 'SEBI' (Maintenance/Perawatan) memerlukan kekuatan fisik karena mengangkat dan men-servis peralatan Scaffolding yang lumayan berat berbentuk pelat dan pipa besi berukuran besar. Pekerjaan 'KASUNASI' (=Pendataan barang2) memerlukan pengetahuan membaca dan menulis hurup KANJI Jepang serta menghapal nama2 dan nomor2 kode barang2.



Pekerjaan sebagai 'FORKMAN' (Mengemudi kendaraan FORKLIFT) aku harus mengenakan HELMET (Topi Helm Pengaman) untuk menghindari kecelakaan kerja saat mengemudi kendaraan FORKLIFT untuk mengangkut barang2 SCAFFOLDING yang berat2.



Para pekerja terdiri dari orang2 Jepang dan orang asing. Tentu saja bahasa se-hari2 adalah bahasa JEPANG



Setelah 5 tahun di kota Kyoto bekerja di perusahaan yang pekerjanya orang2 Jepang semua sehingga sering 'kesepian', maka kali ini di kota Tokyo aku bekerja dengan teman2 'nyama bali'. Kerja tak terasa berat karena sambil ber-canda senda gurau khas 'bali'.

Tempat kerja mirip bengkel yaitu hanya beratap tanpa dinding permanen. Baiknya adalah sambil bekerja aku masih bisa melihat 'pemandangan luar' LANGIT BIRU dan tidak merasa stress seperti kalau bekerja seharian di dalam pabrik tertutup dengan lampu neon 24 jam. Tapi akibatnya aku harus rela ber-panas2 matahari, ber-dingin2 dan ber-hujan2.



Saat bekerja aku menggunakan peralatan2 Palu, Kunci Inggeris/Spanner, Linggis, Cutter pemotong kawat besi, Drill listrik/Impact, dll. Pakaian seragam kerja selalu dipenuhi kotoran debu, oli, dan cat. Setelah berbagai macam pekerjaan 'aneh2' telah aku alami di Jepang 5 tahun ini, maka kali ini aku menjadi 'ANAK BENGKEL' di Tokyo.

September 27, 2008

Tanah Longsor Jepang

Sejak pindah dari kota Kyoto, aku dan isteriku menetap dan bekerja di daerah Kanagawa, dekat kota Tokyo. Kami tinggal di apartement tua 2 kamar dengan sewa 55.000 yen per bulan. Akhir2 ini di daerah Tokyo dan sekitarnya setiap hari turun hujan lebat. Sebenarnya 'TSUYU' (=musim hujan Jepang) bulan Juni sudah lewat. Tetapi mungkin akibat 'CHIKYUU ONDANKA' (=penipisan ozon) dan 'GLOBAL CLIMATE CHANGE' (=perubahan cuaca dunia) cuaca pun jadi angin2an tidak menentu. Ditambah datangnya 'TAIFU' (=angin topan Jepang). Asal tahu saja daratan Jepang sering dilewati angin TOPAN 'iseng' yang datang dari arah 'TAIHEIYOU' (=Lautan Pasifik) di Selatan menuju daratan KOREA di Utara. Angin topan Jepang ini diberi nama sesuai nomor urut kedatangannya dalam periode setahun, misalnya TAIFU 'NI-GO' (=topan ke-2), TAIFU 'HACHI-GO' (=topan ke-8), dst. Saking seringnya datang malah ada yang dinamai TAIFU 'NIJU-GO' (=topan ke-20).



Hari Minggu lalu pun turun hujan lebat seharian dari pagi hingga malam. Tengah malam cuaca memburuk hujan makin lebat dengan petir dan halilintar sambung menyambung ramai-ramai. Waktu itulah terjadi 'KUZURE' (=tanah longsor) tebing bukit di jalan depan apartement tempat tinggalku. Meskipun tidak ada korban manusia, tapi timbunan bukit longsor menutupi jalan dan merusakkan dinding depan rumah sebelah serta 2 buah mobil yang sedang parkir di pinggir jalan. Ngeri juga karena terjadi hanya 20 m dari kamar apartemenku. Esok paginya saat berangkat kerja, jalan depan rumahku dipenuhi gundukan tanah bukit setinggi rumah lengkap dengan tumbangan pohon2 besar.



Para pekerja berdatangan ramai2 hiruk pikuk dengan buldozer dan crane serta gergaji mesin membersihkan longsoran dan pohon2 tumbang. Karena kebetulan punya hobby mendaki gunung, sebenarnya aku ingin 'mendaki' timbunan bukit longsor Jepang ini tapi di-larang2 petugas berseragam PU pemerintah yang 'mengusir' aku sambil ber-teriak2 'ABUNAI!!ABUNAI!!' (=Bahaya!Bahaya!). Jadilah aku berangkat kerja berjalan memutar memakai jalan lain. Tapi dasar orang Jepang rajin2 dan cepat bekerja, saat aku pulang kerja malam harinya longsoran tanah sudah dibersihkan dan tebing bukit yang runtuh telah ditutupi 'BURU-SITTO (=BLUE SHEET/terpal pengaman plastik berwarna biru).