« MORI Art Museum Tokyo | Nyoman's Blog Top | Selamat Tahun Baru 2009 »

November 30, 2008

Pameran Seni Kontemporer : YOKOHAMA TRIENNALE

Hari Minggu lalu aku pergi 'menonton' pameran seni kontemporer internasional 'YOKOHAMA TRIENNALE 2008 - TIME CREVASSE' di kota pelabuhan Yokohama. Tiket masuknya seharga 1500 yen. Pameran tiga tahunan terbesar di Jepang khusus untuk seni kontemporer ini bertema 'TIME CREVASSE' (=celah waktu) yang mempertanyakan konsep waktu yang se-olah2 linear yang merupakan ekses modernisasi.



Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang amat cepat telah 'menelan' dunia dan membuat ruang dan waktu tidak lagi linear (mengikuti garis lurus) melainkan 'mengembang' dan saling berbenturan sehingga terbentuk retakan/celah waktu (= TIME CREVASSE). Dengan 'Yokohama Triennale' ini diharapkan pengunjung bisa keluar sejenak dari 'realitas semu' hidup keseharian untuk melihat ke kedalaman 'celah waktu' ini untuk menemukan kembali makna kebenaran.



Wajar saja kalau seniman2 kontemporer yang terpilih oleh dewan kurator pameran ini adalah seniman2 yang menggunakan tubuh sebagai media expressi (Body Art Performance), karena tubuh dianggap sensitif terhadap pengaruh waktu. Misalnya seniman Jerman Jonathan Messe dengan karya Instalasi Multi-Media berjudul 'DICTATORSHIP OF ART' dengan atraksi 'oratoris' di atas podium. Seniman Mexico Pedro Reyes dengan karya Video Art 'menyentil dan lucu' berjudul 'BABY MARX' menggunakan boneka2 (mirip Wayang Golek) tokoh Karl Marx, Lenin, Mao Tse Tung, dll.





Seniman USA asal Jepang Yoko Ono (janda Ex-BEATLES John Lennon) dengan karya Video Art berjudul 'CUT PIECE' menggunakan tubuhnya sendiri sebagai media expresi. Seorang asisten wanita sepotong demi sepotong menggunting gaun hitam yang dikenakan Yoko Ono hingga akhirnya tubuh putih mulusnya telanjang bulat. Katanya sih konsepnya adalah 'Freedom' (=kebebasan) dan 'Peace' (=perdamaian).

Yang mengejutkan adalah seniman kontemporer Indonesia Kuswidananto a.k.a Jompet asal Yogyakarta menarik perhatian pengunjung dengan Video Instalasi penuh humor dan pesan berjudul 'JAVA AMPLIFIED' menggunakan 'orang2an' berkostum prajurit istana keraton Yogyakarta tanpa badan membawa genderang dan dihubungkan ke peralatan komputer dan speaker serta video dengan dasar tradisi budaya Jawa mempertanyakan kembali hubungan antar manusia dalam komunitas masyarakat modern.







Pameran besar seni kontemporer 70 seniman berbagai negara dengan dewan kurator internasional ini diadakan di dalam gedung yang sebenarnya merupakan gudang (WAREHOUSE) dermaga pelabuhan Yokohama namun telah 'dipermak' direnovasi menjadi tempat pameran yang amat representatif untuk seni kontemporer.

Comments