« SELAMAT HARI GALUNGAN | Nyoman's Blog Top | Kerja di Jepang 5 : Jadi ANAK BENGKEL di Tokyo »

September 27, 2008

Tanah Longsor Jepang

Sejak pindah dari kota Kyoto, aku dan isteriku menetap dan bekerja di daerah Kanagawa, dekat kota Tokyo. Kami tinggal di apartement tua 2 kamar dengan sewa 55.000 yen per bulan. Akhir2 ini di daerah Tokyo dan sekitarnya setiap hari turun hujan lebat. Sebenarnya 'TSUYU' (=musim hujan Jepang) bulan Juni sudah lewat. Tetapi mungkin akibat 'CHIKYUU ONDANKA' (=penipisan ozon) dan 'GLOBAL CLIMATE CHANGE' (=perubahan cuaca dunia) cuaca pun jadi angin2an tidak menentu. Ditambah datangnya 'TAIFU' (=angin topan Jepang). Asal tahu saja daratan Jepang sering dilewati angin TOPAN 'iseng' yang datang dari arah 'TAIHEIYOU' (=Lautan Pasifik) di Selatan menuju daratan KOREA di Utara. Angin topan Jepang ini diberi nama sesuai nomor urut kedatangannya dalam periode setahun, misalnya TAIFU 'NI-GO' (=topan ke-2), TAIFU 'HACHI-GO' (=topan ke-8), dst. Saking seringnya datang malah ada yang dinamai TAIFU 'NIJU-GO' (=topan ke-20).



Hari Minggu lalu pun turun hujan lebat seharian dari pagi hingga malam. Tengah malam cuaca memburuk hujan makin lebat dengan petir dan halilintar sambung menyambung ramai-ramai. Waktu itulah terjadi 'KUZURE' (=tanah longsor) tebing bukit di jalan depan apartement tempat tinggalku. Meskipun tidak ada korban manusia, tapi timbunan bukit longsor menutupi jalan dan merusakkan dinding depan rumah sebelah serta 2 buah mobil yang sedang parkir di pinggir jalan. Ngeri juga karena terjadi hanya 20 m dari kamar apartemenku. Esok paginya saat berangkat kerja, jalan depan rumahku dipenuhi gundukan tanah bukit setinggi rumah lengkap dengan tumbangan pohon2 besar.



Para pekerja berdatangan ramai2 hiruk pikuk dengan buldozer dan crane serta gergaji mesin membersihkan longsoran dan pohon2 tumbang. Karena kebetulan punya hobby mendaki gunung, sebenarnya aku ingin 'mendaki' timbunan bukit longsor Jepang ini tapi di-larang2 petugas berseragam PU pemerintah yang 'mengusir' aku sambil ber-teriak2 'ABUNAI!!ABUNAI!!' (=Bahaya!Bahaya!). Jadilah aku berangkat kerja berjalan memutar memakai jalan lain. Tapi dasar orang Jepang rajin2 dan cepat bekerja, saat aku pulang kerja malam harinya longsoran tanah sudah dibersihkan dan tebing bukit yang runtuh telah ditutupi 'BURU-SITTO (=BLUE SHEET/terpal pengaman plastik berwarna biru).

Comments

Hi!
My name is Jessika!

Comments