« Berpameran Lukisan di Jepang 2 : GALLERY KEIHANNA PLAZA | Nyoman's Blog Top | Ujian SIM kendaraan FORKLIFT di Jepang »

June 23, 2008

Berpameran Lukisan di Jepang 3 : TOKYO BIG SIGHT

Beberapa waktu lalu setelah kebetulan lulus seleksi aku mendapat kesempatan berpameran lukisan di Event Kesenian Internasional 'DESIGN FESTA' yang diadakan di TOKYO BIG SIGHT, Tokyo. Event Kesenian Terbesar di Asia (http://www.designfesta.com) ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara dengan berbagai bentuk kesenian ; populer, klasik, fashion, hingga Fine Art dan berlangsung selama 2 hari. Tempatnya di gedung TOKYO BIG SIGHT yang ber-arsitektur 'futuristik' dengan konsep 'KOTA MASA DEPAN'. Beberapa lukisan dan sketsa2 abstrak-ku aku kirim, dan sisanya aku bawa dalam koper dan ransel. Dari tempat tinggalku di kota Kyoto, aku dan isteriku harus ke kota Tokyo. Memang dengan kereta api SHINKANSEN bisa lebih cepat (Kyoto-Tokyo 3 jam) tapi mahal, sehingga kami memilih naik bis malam murah meriah. Berangkat jam 11 malam dari KYOTO Sta. sampai SHINJUKU Sta. di Tokyo jam 7 pagi esok harinya (8 jam perjalanan). Dari SHINJUKU Sta. kami naik KA ke SHIMBASHI Sta. Dari SHIMBASHI Sta. melalui YURIKAMOME line kami ke stasiun terakhir KOKUSAI-TENJIJOU-SEIMON Sta. Di perjalanan kami melewati RAINBOW BRIDGE, dan ODAIBA. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)



Di dalam Gedung TOKYO BIG SIGHT, bersama para peserta lain kami mempersiapkan stand pameran di tempat yang telah ditentukan berdasarkan nomor pendaftaran. Pada acara pembukaan di hari pertama, diadakan konser musik tradisional dan musik klasik yang diselenggarakan di ATRIUM gedung. Pengunjung yang datang dengan membeli tiket masuk berjumlah ribuan orang selama 2 hari pameran. Kami menginap di hotel selama 1 malam. Selain pameran, sebagai aktivitas kesenian dan 'performance' aku melakukan demonstrasi 'PORTRAIT DRAWING' (=Melukis Potret Wajah). Kebetulan respon pengunjung cukup baik sehingga aku cukup sibuk melayani permintaan melukis potret anak2 serta gadis2 remaja Jepang. Susah juga, karena namanya anak2 mereka tak bisa duduk diam saat dilukis. Sedangkan gadis2 remaja Jepang yang cantik2 membuat jantungku 'ber-debar2' hilang konsentrasi saat melukis mereka. Namun kebanyakan mereka kelihatan puas dan rela membayar 1000 yen untuk setiap potret wajah yang aku buat. Yang jelas, kesibukanku melukis potret ini ternyata menarik perhatian pengunjung lain datang ke stand pameranku dan me-lihat2 lukisanku.

Comments