« Berpameran Lukisan di Jepang 1 : ART EXPO Kyoto | Nyoman's Blog Top | Berpameran Lukisan di Jepang 3 : TOKYO BIG SIGHT »

June 22, 2008

Berpameran Lukisan di Jepang 2 : GALLERY KEIHANNA PLAZA

Aku mendapat kesempatan lagi untuk memamerkan lukisan2ku. Aku diundang berpameran tunggal di Gallery Keihanna Plaza, Kyoto. Kebetulan di Gallery ini ada semacam 'International Society' yang bergerak di bidang kebudayaan dan menyediakan tempat untuk seniman lokal dan seniman asing berpameran tanpa dipungut biaya. Syaratnya adalah lulus seleksi dan tidak menjual lukisan saat berpameran. Display lukisan dan pemasangan lampu display juga harus dilakukan sendiri. Buat aku tidak boleh menjual lukisan tidak masalah sebab tujuanku bukan cari duit melainkan memamerkan lukisanku kepada publik Jepang dan membuat komunikasi dengan seniman serta peminat lukisan Jepang dalam kerangka pertukaran informasi seni dan kebudayaan. Pameranku ini aku beri judul 'BALI SOUL - BETWEEN TWO WORLDS' (= Jiwa Bali-Di Antara Dua Dunia) . Konsep pameran adalah 'Expresi abstrak seorang Bali yang hidup di 2 dunia, Jepang dan Bali'. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)



Pameran berlangsung 1 minggu setiap hari, sehingga aku harus sering2 absen kerja untuk menunggui pameran dan melayani para pengunjung. Lukisan2 yang aku pamerkan semuanya sekitar 30 lukisan besar kecil. Isteriku mendukung dan membantuku dengan membuat POSTER dan LEAFLET pameran dengan komputer dan printer sendiri dan juga melayani pengunjung pameran serta mendampingiku menjawab pertanyaan2 mereka tentang konsep lukisan2ku. Meskipun aku cukup mampu berbahasa Jepang, namun isteriku yang orang Jepang tentu saja bisa lebih 'profesional'.



Meskipun publik seni Jepang lebih condong ke seni rupa IMPRESSIONIST dan terbiasa dengan karya2 Monet, Van Gogh, dll., namun respons mereka cukup baik terhadap lukisan2 ABSTRAK-ku. Cukup banyak pertanyaan 'kritis' yang harus kujawab. Aku perhatikan beberapa pengunjung membawa anak2 usia SMP seperti bermaksud memperkenalkan wawasan seni rupa abstrak kepada anak2 sejak usia dini.

Comments