« Naik Sepeda Motor ke Pulau Kyushu | Nyoman's Blog Top | Berpameran Lukisan di Jepang 1 : ART EXPO Kyoto »

June 17, 2008

Mendaki Gunung Fuji

Liburan musim panas lalu aku berkesempatan mendaki puncak Gunung FUJI (3776m). Sejak di SMA di Bali aku suka kegiatan mendaki gunung. Kebetulan puncak Gunung Agung (3142m) di Bali dan puncak Gunung Rinjani (3726m) di Pulau Lombok pernah aku daki. Gunung Fuji terletak di daerah prefectur Shizuoka. Dari rumahku di KYOTO aku harus naik bis selama 8 jam ke SHIZUOKA. Bis sampai di 'GOGOME' (Pos ke-5 Gunung Fuji) di FUJINOMIYA saat menjelang petang. Gunung Fuji amat populer dan ramai dikunjungi, sehingga di Pos ke-5 GOGOME ini banyak terdapat restaurant, hotel dan toko2. Setelah beristirahat dan makan malam, aku mempersiapkan RANSEL-ku dg air minum, roti, pisau lipat 'SWISS ARMY' dan Lampu Senter. Kukenakan pula jaket tebal untuk mendaki. Aku memulai pendakian malam hari, karena ingin sampai di puncak sebelum matahari terbit. Aku start melalui route track YOSHIDA GUCHI. Pendakian ke puncak memerlukan waktu 5-8 jam. Meskipun ini pertama kalinya dan aku tak tahu route jalan pendakian, namun bukan masalah karena ramai sekali orang mendaki sehingga aku tinggal mengikuti dibelakang mereka. Ber-macam2 pendaki aku temui, pria wanita, dari orang2 muda, orang dewasa, hingga orang barat pun ada. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)



Kutemui juga beberapa orang2 tua Jepang dengan napas terengah mendaki lereng Gunung Fuji yang lumayan curam berbatu, meskipun dilengkapi tali pegangan dan patok pengaman dan tangga batu buatan di sana-sini. Katanya ada pepatah orang tua2 Jepang 'sebelum mati, satu kali mendaki melihat matahari terbit di puncak Gunung Fuji'. Karena pendakian malam hari, maka semua orang berbekal Lampu Senter Tangan atau Lampu Senter Kepala (ala pekerja tambang). Sehingga route jalan pendakian yang gelap, menanjak berliku ini dipenuhi sinar Lampu2 Senter para pendaki mirip rombongan kunang2 bergerak ke puncak. Udara dingin sekali. Di perjalanan terdapat pos2 penginapan dan toko makanan serta toilet. Tentunya semua perlu bayar.



Beberapa ratus meter sebelum puncak terjadi 'traffic-jam' alias jalan macet karena banyaknya orang ber-lomba2 ke puncak untuk melihat matahari terbit. Terpaksa aku mencari jalan pintas menghindar macet, yaitu melalui tebing2 batu yang jarang dilalui orang meskipun dengan resiko jatuh ke jurang. Akhirnya aku sampai di puncak jam 4 pagi sebelum matahari terbit. Ternyata di puncak pun ada beberapa 'warung' penjual UDONG (mie Jepang) dan makanan lain. Ditambah dengan rombongan para pendaki yang mulai berdatangan, maka hiruk-pikuk lah puncak Gunung Fuji dengan manusia. Jadi mirip pasar.



Sambil beristirahat aku menikmati matahari terbit dari tempat tertinggi di Jepang. Matahari terbit yang ternyata amat indah dan membuat aku sekali lagi menyadari kebesaran Tuhan Sang Pelukis Agung.

Comments

Wah! Gunung Fuji ya! pengen sekali ke sana. Kira-kira berapa jam mendakinya bli Nyoman? berapa hari habis buat mendakinya? Kebetulan aku di Osaka, siapa tahu dapat libur bisa pergi ke gunung Fuji...

eh, agung di osaka? bagaimana cerita di osaka?dari gogome (pos ke-5) ke puncak fuji 5-8 jam. baiknya naik sekitar awal juli sebelum liburan sekolah, tidak ramai tidak sepi. semoga luka dan bisa dibawa berlari ke puncak hingga lenyap pedih perih hidup di jepang, he,he. salam sejahtera.

salam rimba mbak

mbak mau nanya,waktu pendakiannya tepatnya tgl dan bulan brpa???ama musim apa???


mkasih,salam knal

salam rimba dan salam kenal juga mbak. maaf terlambat bales. apakah mbak pernah di klub pecinta alam? biasanya musim pendakian gunung fuji di bulan juli-agustus saat musim panas. tanggalnya tentu terserah masing2. yang jelas saat ini paling ramai .

Hello!
cialis ,

golf watch watches replica watch for bentley watches

Comments