« Rumah Makan Indonesia CAFE NADI | Nyoman's Blog Top | YONG2 Si Kucing Jepang »

June 2, 2008

Kerja Di Jepang 1 : Jibun De Kangaete

5 tahun merantau hidup dan bekerja di Jepang tentu aku ingin mencari uang menghidupi isteri (atau anak nanti) dan menabung untuk bekal hidup hari tua. Tetapi yang lebih berarti adalah mencari pengalaman dan cerita. Cukup bermacam pekerjaan telah aku lakukan diantaranya adalah di 'KUROSAKA TOSO KOGYO' (=Perusahaan Coating/Pengecatan KUROSAKA) di areal kompleks 'KOGYO DANCHI' (=kompleks pabrik2) di kota Ujitawara, Kyoto. Areal KOGYO DANCHI berjarak sekitar 1 jam dari rumahku dan terletak di kaki bukit di luar kota. Karena lokasinya di ketinggian di kaki bukit, maka saat musim dingin salju lebat turun setiap hari. Saat musim panas aku tempuh dengan sepeda motor walau harus meliak liuk serobot sana sini diantara mobil2 dan truk2 besar karena rute jalan ke KOGYO DANCHI adalah jalur jalan menanjak ke arah gunung luar kota padat macet dipenuhi mobil2 para pekerja dan truk2 barang. Saat musim dingin, karena jalan menjadi es dan salju, aku tempuh dengan 'DENSHA' (Kereta Api) lalu dilanjutkan dengan bis trayek khusus ke Areal KOGYO DANCHI bersama rombongan pekerja2 lainnya. Tapi ini artinya aku harus bangun awal jam 5 pagi karena perlu extra waktu di perjalanan. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)



Perusahaan tempat aku bekerja cukup besar dengan sekitar 50 orang pekerja yang semuanya orang Jepang kecuali aku. Tempat kerja 3 lantai yang dihubungkan dengan LIFT ELEVATOR. Jenis usahanya adalah COATING atau Proses Pengecatan body-parts kendaraan mobil, truk, traktor MITSUBISHI, KUBOTA, dll. dengan proses 'NAGARE SAGYO' (=CONVEYOR BELT proses ban berjalan) menggunakan 4 buah ROBOT untuk coating otomatis.



Robotnya besar mirip monster bergerak kesana kemari. CONVEYOR BELT terletak di atas kepala, sehingga barang2 (bagian2 body kendaraan) yang akan di-'coating' harus diangkat dan digantung lalu bergerak masuk ke ruang ROBOT Coating otomatis. Barang2 ( bagian2 body kendaraan) yang akan di-COATING banyak macam berbagai bentuk dengan nama2 dan NOMOR KODE barang masing2 yang harus aku hapalkan.



Beratnya berkisar hingga 30 Kg, yang harus aku angkut dari truk menggunakan 'HAND-LIFT' ber-roda 4 yang harus aku dorong2 masuk ke dalam pabrik lalu aku 'KENPIN' (=cek/periksa) dan 'SHOJI' (=bersihkan) dengan mesin 'ROLLER SAND-PAPER' (=Mesin ampelas) lalu aku angkat dan aku gantung di ban berjalan. Karena sistem kerja menggunakan CONVEYOR BELT (=BAN BERJALAN), maka bekerja pun harus cepat mengikuti gerak mesin tapi harus tanpa kesalahan. Sebab apabila melakukan kesalahan, maka CONVEYOR BELT harus di-stop dan diulangi sehingga merugikan perusahaan. Ditambah lagi Perusahaan telah memenuhi kategori STANDAR KUALITAS INTERNATIONAL ISO 9001 dan ISO 14001 sehingga 'Quality Control' pun amat ketat.

Bekerja dari jam 8.30 pagi hingga jam 20.00 malam setiap hari termasuk hari Sabtu. Hari Minggu saja hari libur. Hari kerja pagi2 setelah memasukkan kartu 'TIME-CARD' (=Kartu Pencatat Jam Kerja) ke dalam Mesin Pencatat Otomatis, pekerjaan selalu dimulai dengan 'CHOUREI' (=MEETING Rapat Harian) mendengarkan petunjuk2 dari 'RIIDA' (=LEADER Ketua Kelompok Kerja) dan pembagian tugas masing2. Tentu saja semuanya dalam bahasa Jepang. Meeting 'CHOUREI' ini biasanya diawali dengan ber-'AISATSU' (=mengucap salam) 'OHAYO GOZAIMASU!' (=Selamat Pagi) dan diakhiri dengan mengucapkan 'KYOU MO YOROSHIKU ONEGAI SHIMASU' (= Hari ini pun mohon kerja samanya) sambil membungkukkan badan hormat ala Jepang. Setiap kelompok kerja terdiri dari 10 orang pekerja dipimpin oleh 1 orang Ketua Kelompok.



1 bulan pertama kerja pinggangku sakit karena seharian mengangkat besi2 berat dan jari2ku lecet berdarah karena pinggiran besi yang tajam bergerigi. Penggunaan 'TEBUKURO' (selop sarung tangan) dilarang karena mempengaruhi kualitas coating. Petunjuk2 kerja dan daftar barang semua dalam bahasa KANJI Jepang rumit yang tak aku mengerti. Saat aku bertanya pada orang lain, malah dijawab 'JIBUN DE KANGGAETE!!' (=PIKIR AJA SENDIRI!) atau 'WASURETARA AKIMASEN YO!' (=TIDAK BOLEH LUPA) jadi aku harus kira2 saja sehingga sering berbuat kesalahan dan akhirnya setiap hari di-bentak2 dimarahi tidak karuan. Saat istirahat makan siang di 'SHOKUDO' (=Ruang makan/Cafetaria karyawan perusahaan) pun aku harus kesepian sendiri karena semuanya orang Jepang. Saat aku mulai kerja adalah saat musim dingin dan suhu dalam pabrik sekitar 3 derajat Celcius.

Baju dan topi seragam uniform kerja kebetulan berwarna biru mirip seragam tahanan penjara, lalu jam istirahat siang2 ditandai bunyi sirene keras2 dan makan siangnya di ruang yang luas duduk di meja berhadap2an dan saat jam kerja 'Buchou-san' (=Kepala Seksi perusahaan) keliling2 memeriksa sambil berteriak2 marah2 mirip Petugas Sipir Penjara lagi patroli, dan setiap pekerja mendapat nomor identitas masing2 (nomorku 0049) dan 'LOCKER' (=lemari pribadi) masing2, mirip 'Tahanan', membuat aku merasa seperti 'Tahanan' di dalam Penjara Jepang.

Perlu waktu 1 bulan aku mempelajari dan memahami pekerjaan baruku dan menjadi terbiasa. Kemudian karena kebetulan aku memiliki SIM Lisensi 'FORKLIFT', aku diberi tugas tambahan mengemudi FORKLIFT mengangkut barang ke dalam ruang pabrik. Lalu pelan2 aku menjadi lebih akrab dengan beberapa pekerja Jepang. Ternyata beberapa diantara mereka walaupun berwajah Jepang dan memiliki nama 'myoji' (=nama fam keluarga) Jepang, sebenarnya keturunan Korea atau China tapi dilahirkan di Jepang. Tempat tinggal mereka biasanya di daerah 'slum' semacam 'Korea Town' atau 'China Town'. Beberapa waktu lamanya aku bekerja di perusahaan ini sebelum akhirnya berhenti karena aku dan istriku memutuskan pindah dari kota Kyoto ke kota Metropolitan Tokyo untuk mencari pengalaman baru.

Comments

Salut.....................Survived banget......

tank americaine watches watches replica replica montblanc watches

Comments