« Buku Pelajaran Manga Jepang | Nyoman's Blog Top | Kerja Di Jepang 1 : Jibun De Kangaete »

May 19, 2008

Rumah Makan Indonesia CAFE NADI

Aku makan apa saja yang bisa dimakan. Lagi pula makanan Jepang enak dan sehat. Tapi memang dasar manusia Bali, kadang2 ingin juga makan masakan Indonesia atau Bali. Baru2 ini aku dan istri mengunjungi rumah makan Indonesia 'CAFE NADI' di kota Nishinomiya, Kobe. Rumah Makan CAFE NADI terletak di Lantai 2 gedung New Kobe di daerah Shoraiso, dekat stasiun Kotoen (Hankyu Line) dengan pintu masuk unik berhiaskan umbul2 penjor khas Bali di bawah tangga masuk. Kebetulan pemiliknya, Wayan, yang berasal dari Tabanan, Bali dan isterinya adalah teman baikku sesama 'seniman murtad' saat di Ubud, Bali. Jadi sambil melahap NASI CAMPUR dan SAMBAL di 'CAFE NADI' kami bertukar cerita 'kangin-kauh'. Wayan adalah seniman 'all round' serba bisa, pandai bermain GITAR dan gamelan bambu RINDIK Bali, serta punya bakat macam2 seperti ilmu pertukangan, olahraga, memasak, dll. dan berbahasa Jepang dan Inggris 'PERA-PERA' ( =lancar) dan telah 6 tahun hidup di Jepang. Istri Wayan adalah wanita Jepang yang ramah dan lemah lembut, tamatan Universitas Kesenian di Jepang dan amat pandai berbahasa Indonesia. Rumah Makan 'CAFE NADI' memiliki konsep sedikit UNIK yaitu masakannya masakan cita rasa ASIA dengan bahan ALAMI atau ASIAN NATURAL FOOD, artinya semua bahan yang digunakan adalah produk pertanian ORGANIK tanpa rabuk kimia pestisida dan tanpa bahan pengawet buatan. ( >>Click READ MORE baca selanjutnya)



'Tukang Masak' dan 'asisten Tukang Masak di CAFE NADI, keduanya bernama Nyoman asal Denpasar Bali. Nyoman pernah bekerja di hotel berbintang di Kuta, Bali dan sempat 'berguru' pada seorang 'Chef' (Cook) senior bertaraf Internasional, dan sempat bekerja sebagai COOK di Kapal CRUISE International dengan route pelayaran hingga ke benua Amerika. Jadi selain enak dan menggunakan bahan produk sehat ALAMI, masakan di CAFE NADI pun terhidang artistik seperti hotel berbintang di Bali. Walaupun begitu, harganya tidak mahal masih terjangkau kantong 'kere' seperti aku ini. Interior CAFE NADI artistik dengan dekorasi atap alang-alang ala Bali. Walaupun Cafe tidak besar namun penggunaan material kayu membuat suasana berkesan alami, hangat dan akrab. Satu ruangan di 'CAFE NADI' dapat digunakan tamu khusus untuk pesta 'private party' atau pesta ulang-tahun. Wayan yang 'cuek' serta suka bercanda dan istrinya yang walaupun wanita Jepang, pandai berbahasa Indonesia, melayani para tamu dengan ramah dan santai.



Selain memajang majalah2 dan buku2 informasi tentang Indonesia dan Bali, CAFE NADI memutar CD lagu2 POP Indonesia, Hetty Koes Endang sampai Gamelan Bali. Saat aku lahap makan MIE GORENG khas CAFE NADI, dan kue 'DADAR GULING' buatan Wayan yang ternyata juga pandai memasak, tiba2 datang nyelonong masuk seorang tamu pria Jepang setengah umur memesan NASI GORENG bungkus untuk dibawa pulang. Kepada Wayan ia berkata: 'BUNGAWANG SORO KIKITAI !' (maksudnya: 'mau dengar lagu Bengawan Solo', maklum lidah orang Jepang sedikit 'cadel' ), yang tentu saja diputarkan oleh Wayan. Sambil menunggu pesanan NASI GORENG-nya, sang 'kakek Jepang' ini 'manggut2' mendengarkan lagu 'BUNGAWANG SORO' sambil minum 'BIR BINTANG' dan bercanda dengan Wayan. Mungkin ia pernah tinggal di Indonesia. Begitu bungkusan NASI GORENG-nya jadi, ia langsung 'ngacir' pulang. Memang yang namanya rumah makan tentu pengunjung yang datang pun ber-macam2. Alamat Rumah Makan 'CAFE NADI' : New Kobe Building 2F 7-21 Shoraiso, Nishinomiya City, Kobe. (50 m jalan kaki ke arah Selatan dari Hankyu Kotoen Sta.). Tel/Fax: 0798-52-7080. Homepage: http://www.cafenadi.com

Comments