Pelangkiran Jepang
Di sudut kamar dalam rumah tempat tinggalku di Jepang ini ada sebuah PELANGKIRAN kayu tempat persembahyangan. Disini aku dan isteriku setiap pagi bangun tidur biasanya mengawali hari dengan sembahyang berdoa sejenak mohon perlindungan Tuhan dan bimbingan leluhur KAWITAN dan saat malam sebelum tidur mengucap terima kasih atas apapun yang telah kami terima hari ini. PELANGKIRAN kayu sederhana ini pemberian almarhumah ibuku saat aku meninggalkan Bali menuju Jepang hampir 5 tahun lalu. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)
Waktu itu ibuku berpesan : 'Walaupun hidup di negeri orang, selalu ingatlah sembahyang mendekatkan diri pada TUHAN dan memohon petunjuk para leluhur KAWITAN'. Sehingga sampai sekarang aku turuti pesan ibuku ini. Hanya saja kebiasaan sembahyang ini bukan lagi suatu KEHARUSAN tapi kini telah menjadi suatu KEPERLUAN karena telah membuat aku lebih merasa tenang tidak terlalu kuatir takut atau bingung di saat2 mengalami kesulitan atau cobaan hidup selama merantau di Jepang. Tapi karena di Jepang, maka 'dekorasi' dan 'atribut' PELANGKIRAN kayu ini pun apa boleh buat jadi sedikit 'ke-Jepang2-an' sebab selain kain PUTIH KUNING dan kain POLENG Hitam Putih Rwa Bhineda ala Bali, kami hiasi dan kami gantungi pula dengan pernak-pernik oleh2 dari sembahyang mengunjungi kuil JINJA atau OTERA Jepang. Buat aku, walaupun berbeda budaya, namun keyakinan itu hakekatnya bertujuan sama untuk kebaikan. Dan karena 'menumpang hidup' dan 'cari makan' di tanah Jepang maka sepatutnya aku menghormati juga para BETARA-BETARI Leluhur Jepang. Memang bunga untuk persembahyangan kadang2 sulit didapat terutama pada musim dingin saat tumbuh2an tak berdaun tak berbunga. Tapi aku pikir tak terlalu menjadi masalah dengan adanya MANTRA dan NIAT.


Comments
mangda rahajeng manten
Posted by: dewa ketut | February 8, 2008 2:44 PM
Waaah!! Mantap banget! gimana caranya memberi pengertian ke istri bli Nyoman?
Posted by: Agung | February 8, 2008 4:49 PM
pak dewa matur suksema . salam kenal. mangda pak dewa rahajeng manten.
Posted by: nyoman yudhanegara | February 10, 2008 1:03 AM
agung apa kabar? aku tidak tahu. cuma mungkin perlu saling menghargai saja.
Posted by: nyoman yudhanegara | February 10, 2008 1:09 AM
adaptasi dan toleransi, brother...he he he...
Posted by: Nyoman Subandi | April 3, 2008 5:21 PM
submariner watches replica watches buy replica longines watches
Posted by: tambour | June 18, 2010 3:18 AM