Sahabat Musim Dingin Jepang
Saat musim dingin seperti sekarang ini suhu pagi hari sekitar minus 1 derajat dan malamnya sekitar 3 derajat. Maka yang paling aku tunggu2 saat pulang kerja adalah berendam di 'OFURO' (BATH TUB bak air panas) dan berdiang di depan 'DAMBO' (HEATER alat pemanas ruangan). Karena di dalam rumahpun sedingin dalam kulkas, maka di depan DAMBO ini adalah tempat aku dan isteriku berdua duduk2 ngobrol, makan atau beraktivitas. Rasanya tak mau jauh2 dari hangatnya alat pemanas ini. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)
Umumnya DAMBO alat pemanas modern sekarang ini model ELECTRIC HEATER bertenaga listrik dan berbahan bakar minyak tanah dengan kipas blower angin dan pengatur suhu digital. Tapi kebetulan alat pemanas kami alat pemanas tua model lama bukan listrik. Istriku telah memakainya sejak ia masih kanak2. di rumah orang tuanya di kampung.
Aku lebih suka model lama ini karena rasa hangatnya nyaman. Dan karena SERBA GUNA. Bentuknya mirip kompor minyak tanah dengan api sehingga di bagian tutup atasnya (diatas api) kami letakkan ketel air, panci masak, bahkan UBI (dibungkus aluminium foil agar panasnya cepat dan merata). Jadi sambil berdiang kami MASAK2 dan BAKAR2 UBI diatas kompor pemanas DAMBO.
Uap air panas dari ketel juga membuat udara ruangan lebih sehat. Di atas pemanas ini kami gantungkan baju2 cucian basah agar lebih cepat kering dan tidak bau apek. Karena pada saat musim dingin tidak memungkinkan menjemur pakaian di luar rumah.
Di depan DAMBO ini pula aku membaca buku, menggambar sketsa atau melukis. Tapi karena rasa hangat yang nyaman sering kali aku jadi ter-kantuk2 dan jatuh tertidur. Kebahagiaan dunia terasa saat merasakan sedikit rasa hangat di dalam kedinginan. Mungkin ini makna kebahagiaan secara sederhana.
>
Tentu saja bahan bakar 'SEKYUU' (KEROSENE minyak tanah) setiap kali aku harus beli dengan 'jerigen' di 'HOMUSENTAA' (HOME CENTER toko serba ada) atau di 'GASORIN SUTANDO' (GASOLIN STAND pompa bensin) terdekat naik sepeda motor.
Biasanya jerigen minyak tanah aku simpan di atas tanki bensin motor di depanku lalu aku ikat erat2 pada badanku agar tak tumpah dan aman di perjalanan. Jadinya aku mirip TERORIS yang siap JIBAKU TEROR bom bunuh diri. Agar tidak ditangkap 'KEISATSU' (Polisi Jepang), aktivitas beli minyak 'ala teroris' ini aku lakukan malam2.
Jadi selain cabe dan air jahe, DAMBO ini adalah sahabat aku di musim dingin. Ia bekerja keras ber-jam2 memberi kehangatan pada tubuh2 dingin kami berdua sehingga kami berdua bisa melewati 3 bulan masa musim dingin Jepang yang panjang.
Aku lebih suka model lama ini karena rasa hangatnya nyaman. Dan karena SERBA GUNA. Bentuknya mirip kompor minyak tanah dengan api sehingga di bagian tutup atasnya (diatas api) kami letakkan ketel air, panci masak, bahkan UBI (dibungkus aluminium foil agar panasnya cepat dan merata). Jadi sambil berdiang kami MASAK2 dan BAKAR2 UBI diatas kompor pemanas DAMBO.
Uap air panas dari ketel juga membuat udara ruangan lebih sehat. Di atas pemanas ini kami gantungkan baju2 cucian basah agar lebih cepat kering dan tidak bau apek. Karena pada saat musim dingin tidak memungkinkan menjemur pakaian di luar rumah.
Di depan DAMBO ini pula aku membaca buku, menggambar sketsa atau melukis. Tapi karena rasa hangat yang nyaman sering kali aku jadi ter-kantuk2 dan jatuh tertidur. Kebahagiaan dunia terasa saat merasakan sedikit rasa hangat di dalam kedinginan. Mungkin ini makna kebahagiaan secara sederhana.
Tentu saja bahan bakar 'SEKYUU' (KEROSENE minyak tanah) setiap kali aku harus beli dengan 'jerigen' di 'HOMUSENTAA' (HOME CENTER toko serba ada) atau di 'GASORIN SUTANDO' (GASOLIN STAND pompa bensin) terdekat naik sepeda motor.
Biasanya jerigen minyak tanah aku simpan di atas tanki bensin motor di depanku lalu aku ikat erat2 pada badanku agar tak tumpah dan aman di perjalanan. Jadinya aku mirip TERORIS yang siap JIBAKU TEROR bom bunuh diri. Agar tidak ditangkap 'KEISATSU' (Polisi Jepang), aktivitas beli minyak 'ala teroris' ini aku lakukan malam2.
Jadi selain cabe dan air jahe, DAMBO ini adalah sahabat aku di musim dingin. Ia bekerja keras ber-jam2 memberi kehangatan pada tubuh2 dingin kami berdua sehingga kami berdua bisa melewati 3 bulan masa musim dingin Jepang yang panjang.

