Rumah Jepang
Aku beruntung dan bersyukur bertemu orang Jepang baik hati pemilik perusahaan yang pertama mempekerjakan aku yang kebetulan ayah teman baik isteriku, sebab kami diijinkan tinggal di rumah kosong miliknya. Singkatnya, karena aku bekerja padanya maka aku dan isteriku mendapat pemondokan. Walaupun kini aku tidak bekerja lagi padanya dan bekerja di perusahaaan lain, namun kami masih diijinkan tetap tinggal . Rumahnya rumah tua berumur hampir 100 tahun yang setengahnya adalah 'SOKO' (gudang) tempat penyimpanan kayu bekas.(>>Click READ MORE baca selanjutnya)
Gudang Kayu Bekas Dalam Rumah
Sebelum kami tinggali, rumah ini lama tidak dihuni. Pernah anak tetangga jepang bandel lewat depan rumah dan berseru: ' KONO IE WA IE POKUNAI NAA ! ' (rumah ini tidak mirip rumah, ya ! ). Mungkin karena dari luar mirip GUDANG. Terletak 1 meter dari REL KERETA API. Sehingga suara lonceng pintu lintasan kereta serta getar dan suara ribut kereta api lewat ramai terdengar dekat sekali non-stop dari jam 5 pagi hingga jam 12 malam setiap 5 menit. Tapi karena telah 'kebal' tak kami hiraukan lagi.
Konstruksinya rangka kayu dan lantai kayu dengan 'TATAMI' (matras jerami khas Jepang), Dinding terbuat dari mortar campuran tanah liat dan 'WARA' (jerami batang padi kering) mirip dinding tembok 'pol-polan' Bali tempo dulu. Maksudnya agar hangat di musim dingin. Seperti umumnya rumah Jepang, antara lantai rumah dan pondasi terdapat ruang agar udara mengalir tidak lembab sehingga konstruksi kayu tahan lama. Dalam rumah dilengkapi dapur kecil, toilet
dan kamar mandi kecil dengan 'OFURO' (BATH TUB bak air panas model Jepang) kecil berukuran 70x70cm. Saking sempitnya, toilet dan kamar mandi Ofuro TAK BERPINTU, hanya ditutup korden. Awalnya dulu TOILET JONGKOK. Tapi sudah diganti toilet/closet duduk baru.
'OFURO' bak air panas Jepang ini pemanasnya menggunakan gas elpiji. OFURO ukuran mini ini biasanya aku isi air setengahnya, lalu aku panaskan, lalu aku dan istriku MASUK BERDUA agar air jadi naik penuh sampai leher untuk menghemat gas elpiji yang mahal. Biasanya waktu berdua di dalam ofuro Jepang ini adalah waktu NGOBROL2 buat aku dan istriku, saling bercerita tentang peristiwa hari ini, tentang di tempat kerja masing2, dan lain2 sambil saling gosok punggung satu sama lain. Jadi lumayan 'romantis' lah. Sayangnya aku tak bisa terlalu lama di dalam ofuro ini karena tak tahan panasnya.
Ruang2 kamar bersekat 'SHOUJI' (PARTISI sekat dinding khas Jepang)dengan SLIDING DOOR (pintu geser). Saat musim panas sekat SHOUJI ini aku buka/lepas agar sejuk dan saat musim dingin aku pasang lagi agar hangat. Awal mulanya rumah ini kusam dan gelap karena tua dan lama tak dihuni. Isteriku dan aku me-'renovasi'- nya agar layak huni. Lumayan juga biaya yang telah kami keluarkan.
Di belakang rumah ada sedikit tanah kosong yang mulanya tempat pembuangan sampah kayu dan besi bekas yang setelah susah payah kami bersihkan kami jadikan 'HATAKE' (Kebun) kecil. Pada musim panas kami tanami SAYURAN, TOMAT, TERONG, CABAI, PARE, PAPRIKA, bahkan KANGKUNG China (bibitnya kami beli di internet). Pada musim dingin sekarang yang bisa hidup hanya jenis sayuran tertentu saja. Dan harus diselubungi plastik agar hangat tidak kedinginan dan menjadi layu dan mati. Saat musim dingin di Jepang tanaman sayuran dan buah2 an ditanam dan dipelihara di dalam 'BINIIRU HAUSU' (VINYL HAUSE atau 'Rumah Kaca') dari bahan plastik agar hangat dan bisa hidup dan berbuah. Lumayan bisa NGIRIT BELANJA DAPUR. Walaupun jadi sibuk melelahkan karena sepulang kerja aku masih harus 'NYANGKUL' di kebun. Tanahnya BERPASIR berbatu, tidak subur, jadi aku akali dengan menanam sampah makanan sisa dapur di kebun agar jadi pupuk KOMPOS dan tidak perlu beli pupuk. Memang akhirnya tanahnya jadi subur. Kadang2 biji buah 'KABOCHA' (Buah WALUH Jepang) sisa dapur yang kami buang di kebun tumbuh sendiri sampai berbuah, walaupun kecil2.
Selama hampir 5 tahun ini rumah Jepang tua ini telah menjadi tempat hidup kami berdua. Tempat berlindung dari hujan, panas dan dingin.


Comments
Pasti terasa nyaman sekali ya...ada kebunnya lagi jadi bisa bercocok tanam. Nggak melihara unggas bli Nyoman? ayam, bebek?
Posted by: Agung | January 28, 2008 6:42 PM
Oh iya! Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan ya!
Posted by: Agung | January 28, 2008 6:45 PM
mau sih. cuman tetangga sini pada dempet2 rumahnya takut dilaporin ketua rt karena bau dan suara petok2 ayamku, he he.
ya, selamat hari galungan kuningan semoga damai3.
Posted by: nyoman yudhanegara | January 29, 2008 12:04 AM
gomenasai . .
maap, saya bener2 penggemar rumah2 yradisional jepang bahkan saya besok rencana klo tua saya pengen punya rumah tradisonal jepang
krn tu saya butuh informasi bgt, tolong bagi siapa saja yang punya informasi apapun ttg rumah tradisonal yang kayak di crita2 samurai
tolong bersedia berbagi info dengan saya di alamat fa_atz@yahoo.com
terima kasih
arigato . .
Posted by: fa_at | March 28, 2008 7:18 PM
Bli saya suka, rumah ini. Banyak tantangannya. Hidup terasa lebih hidup. Daripada hidup di tempat yang nyaman otak ga kreatif...hidup Bli Nyoman & Kyoko!!!
Oya waktu ke Jepang saya tinggal di Saitama tapi cuma 1 bulan saja. Saya bersyukur rumah tempat saya menginap, rumah asli Jepang bukan apartement jadi saya bisa merasakan kehidupan asli orang Jepang. Orang Jepang itu baik dan hebat ya...? Semua keperluan saya ditanggung. Ketika saya ditanya oleh mereka (yang ngajak saya ke Jepang) "Nihon dewa nani ga mitai no?". Saya jawab: Nani mo mitakunai kedo Nihon no seikatsu yaritai.
Maka saya diajari cara hidup orang Jepang, cara orang Jepang menghargai waktu, saya juga diajak ke perusahaan Jepang ngeliat cara orang Jepang bekerja, sampai hal2 kecil pun saya diajari termasuk cara makai toilet dan ofuro...he he he...Jepang displinnya luar biasa...coba orang Bali juga bisa begitu?!???????????
Semoga....
Posted by: Nyoman Subandi | April 3, 2008 4:49 PM
bli man masih di kyouto bli?
atau sudah di tokyo?
Posted by: saka | April 20, 2008 1:37 AM
Bli apa ada kabar tentang saka? kalau ada tolong beritahu alamat e-mailnya saka ya! onegai!!! ini e-mail saya: info@ubudartist.com
Posted by: Nyoman Subandi | April 20, 2008 9:13 PM
Bli apa ada kabar tentang saka? kalau ada tolong beritahu alamat e-mailnya saka ya! onegai!!! ini e-mail saya: info@ubudartist.com
Posted by: Nyoman Subandi | April 20, 2008 9:15 PM
rahajeng rahayu bli Nyoman..
gemana kabar negara Jepang...?
tiang sangat mengagumi orang Jepang...,bli Man,bisa bantu nich kenalin dong ma cewek Jepang....
Posted by: ari | July 31, 2009 11:09 PM
rahajeng. mau ngenalin tapi masalahnya tiang juga tidak punya kenalan cewek jepang sebab 'uyak gae sabilang wai' tapi kalau ada tiang kenalin nggih. salam
Posted by: Nyoman Yudhanegara | September 17, 2009 9:36 PM
yokata ne...
lumayan dapet tempat tinggal gratis...
aku mau sodang nih..curhat soal hidup di jepang ..boleh gak??
Posted by: Hanna | January 17, 2010 7:32 PM