« Mobil Salju Jepang | Nyoman's Blog Top | Pulau Hokkaido »

January 4, 2008

Mancing Ikan Jepang

Setiap liburan musim dingin saat tahun baru tiba aku dan istri biasanya pergi ke kampung asal istriku di kota Toyooka, dekat pesisir utara Laut Jepang. Biasanya menginap 2 hari di rumah mertuaku dekat 'MARUYAMA GAWA'(Sungai Maruyama). Musim dingin di Toyooka selalu turun salju sebab terletak di daerah 'BONCI' (lembah diantara pegunungan). Juga karena terletak di derah 'NIHON KAI GAWA'(pesisir utara Laut Jepang) dimana angin dingin berhembus dari utara (Siberia). Walaupun 20 tahun terakhir ini salju jauh berkurang karena perubahan iklim akibat 'CHIKYUU ONDANKA' (GLOBAL WARMING efek rumah kaca).

Buat ipar laki2ku yang punya hobi mancing ikan, musim dingin adalah musim memancing ikan 'NIJIMASU'(ikan trout Jepang jenis RAINBOW TROUT). Dinamai RAINBOW TROUT mungkin karena sisik punggungnya indah berwarna-warni mirip pelangi usai hujan lebat. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)



Musim dingin tahun lalu aku diajak iparku ini memancing. Sebetulnya aku tidak hobi mancing(karena peralatan mancing mahal) tapi karena diajak-ajak jadi ikut2an mancing ikan NIJIMASU di sungai. Sejak pagi iparku pakar mancing telah sibuk mempersiapkan 'senjata' dan 'amunisi'nya berupa SOWER (kail pancing) beragam ukuran panjang beserta koleksi BAIT (umpan) beragam bentuk,ukuran dan warna. Termasuk umpan bo'ong-bo'ongan berbentuk ikan kecil warna warni kelap-kelip.

Jadi umpan ikan NIJIMASU Jepang bukan cacing tanah atau singkong rebus seperti pengalamanku mancing di Bali melainkan ikan palsu berwarna warni kelap-kelip . ADA-ADA SAJA ORANG2 JEPANG INI PANDAI BENAR BANYAK AKALNYA. Usai makan pagi kami pergi ke sungai.


Salju turun malam sebelumnya sehingga kami berjalan melalui tumpukan salju setinggi dada. Sungainya lebar ber-batu2 tertutup lapisan salju tebal sehingga aku harus meraba raba mencari jalan. Di sungai kami berpisah mencari posisi mancing. Sambil berulang-ulang melempar 'SAWAA' (SOWER kail pancing) dan memutar 'RIRU' (REEL gulungan tali pancing) aku melamun membayangkan salju putih bersih yang kelihatannya enak dimakan dengan susu kental cap bendera seperti di warung di Bali.

Setelah beberapa kali pindah tempat dan lempar tarik kail pancing yang kadang2 nyangkut di batu sungai, tiba tiba kailku ber-gerak di-tarik2 ikan.


Dengan gembira kuputar REEL tali pancingku yang kini jadi berat lengkung ditarik ikan NIJIMASU Jepang gendut kesana kemari. Tapi karena kurang pengalaman atau apa tiba2 tali pancingku jadi kendor, ikan NIJIMASU-nya terlepas. Hari itu aku tidak mendapat hasil pancing seekorpun. Namun aku cukup bahagia telah merasakan nikmatnya tali pancingku di-tarik2 ikan NIJIMASU Jepang walau selama 5 detik saja.

Syukurnya iparku si pakar mancing mendapat hasil 7 ekor ikan NIJIMASU gendut2. Ikan pancingan kami bawa pulang dan dimasak dengan tepung, mentega dan irisan lemon. Rasanya gurih dan seperti umumnya ikan jepang berlemak banyak sehingga sebetulnya bisa digoreng tanpa minyak.

Comments

NLWTI;VBAPWP OIUBIWEUN OS'DIP;YNXLTUSKJYKSYKYKHVKHIFIKJKXB8DUOGU-EKPGGGGGGGGGGGGGGWUOUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUKHGV8BRYSFFERTEWE6sa vdyucqweruqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm,,.256789122234

goblog

chronoscaph watches cheap montblanc watches fake chopard watches

Comments