Mobil Salju Jepang
Saat liburan musim dingin tahun baru di rumah mertuaku di kota Toyooka, ipar laki2 ku mengajakku 'DORAIBU'(DRIVE jalan2 cari angin naik mobil). 'UNTEN SHITE KURERU?'
(tolong nyupir mobil) katanya padaku. Sebetulnya aku ingin santai istirahat dalam rumah yang hangat, tapi demi 'NAKA YOKU SURU' (membina hubungan baik) terpaksa kuiyakan.
Kebetulan aku punya SIM Jepang. Tapi menyupir mobil jepang di jalan es dibawah hujan salju ternyata lain benar. (>>Click READ MORE baca selanjutnya)
Sebab walaupun mobil alat besar pengeruk salju yang disebut SETSUJOSHA rajin membersihkan salju di jalan, namun dibeberapa ruas jalan luar kota atau gunung, salju masih menumpuk. Terutama di pinggir jalan dan as jalan, sehingga saat mobil berpapasan bisa selip dan berserempetan.
Setsujosha
Jantungku empot-empotan, karena akibat tebalnya salju pantat mobil roda belakang selalu tergelincir membuat jalannya mobil miring miring kiri kanan - walaupun keempat roda mobil iparku ini ber-ban 'SUNOUTAIA'(SNOW TIRE ban salju anti selip). Wiper kaca depan mobil terus sibuk membersihkan hujan salju yang mengganggu pandangan.
Diperjalanan tiba2 iparku berkata:'SUPIIDO OTOSHITE!'(kurangi kecepatan)sambil menunjuk mobil TOYOTA CELCIOR di depanku. Sebetulnya jarak aman dengan mobil di depanku sudah cukup. Tapi rupanya tidak cukup untuk jalan bersalju sebab mobil akan tergelincir terus melaju apabila di-rem. Nyaris copot jantungku karena TOYOTA CELCIOR mobil mahal jepang seharga sekitar 5 juta yen (400 juta rupiah). Nyenggol lampu belakangnya saja bisa habis gajiku 2 bulan.
Begitulah sambil berkeringat dingin kupacu mobil di jalan pegunungan yang bersalju berkelak-kelok naik turun keluar masuk 'TONERU'(TUNNEL / jalan terowongan) menembus gunung dan jurang. Walaupun pinggir jalan dilengkapi 'GAADORERU'(GUARD RAIL pagar pengaman) namun pemandangan 'indah' jurang dalam di kiri atau kananku membuat kecut hati. Terkadang melintas mobil2 dengan roda ban dibungkus 'SUNOU CEIN'(SNOW CHAIN rantai salju). Rupanya ban khusus salju pun harus ditambah dengan di-ikat2 rantai salju anti selip agar daya cengkeram lebih yahud. ADA-ADA SAJA ORANG2 JEPANG INI PANDAI BENAR BANYAK AKALNYA. Demikianlah tak sempat kunikmati pemandangan indah pegunungan bersalju di musim dingin akibat sibuk 'DORAIBU' menyupir mobil iparku yang jalannya miring2 di jalanan bersalju.
Sesampainya kembali di rumah, iparku berkata:'DORAIBU WA OMOSHIROKATTA?' (nyupirnya senang?). Sambil mengusap sisa keringat dingin di wajahku kujawab: 'HAI,TOTTEMO OMOSHIROKATTA DESU' (ya, sangat menyenangkan). Namun sejujurnya aku berterima kasih pada iparku yang telah berbaik hati memberi kesempatan 'training' menyupir mobil salju dan menambah sebuah cerita pengalaman baru bagiku. Sebab yang kubawa mati nanti bukan harta, tahta atau wanita tapi hanya cerita.
Setsujosha
Jantungku empot-empotan, karena akibat tebalnya salju pantat mobil roda belakang selalu tergelincir membuat jalannya mobil miring miring kiri kanan - walaupun keempat roda mobil iparku ini ber-ban 'SUNOUTAIA'(SNOW TIRE ban salju anti selip). Wiper kaca depan mobil terus sibuk membersihkan hujan salju yang mengganggu pandangan.
Diperjalanan tiba2 iparku berkata:'SUPIIDO OTOSHITE!'(kurangi kecepatan)sambil menunjuk mobil TOYOTA CELCIOR di depanku. Sebetulnya jarak aman dengan mobil di depanku sudah cukup. Tapi rupanya tidak cukup untuk jalan bersalju sebab mobil akan tergelincir terus melaju apabila di-rem. Nyaris copot jantungku karena TOYOTA CELCIOR mobil mahal jepang seharga sekitar 5 juta yen (400 juta rupiah). Nyenggol lampu belakangnya saja bisa habis gajiku 2 bulan.
Begitulah sambil berkeringat dingin kupacu mobil di jalan pegunungan yang bersalju berkelak-kelok naik turun keluar masuk 'TONERU'(TUNNEL / jalan terowongan) menembus gunung dan jurang. Walaupun pinggir jalan dilengkapi 'GAADORERU'(GUARD RAIL pagar pengaman) namun pemandangan 'indah' jurang dalam di kiri atau kananku membuat kecut hati. Terkadang melintas mobil2 dengan roda ban dibungkus 'SUNOU CEIN'(SNOW CHAIN rantai salju). Rupanya ban khusus salju pun harus ditambah dengan di-ikat2 rantai salju anti selip agar daya cengkeram lebih yahud. ADA-ADA SAJA ORANG2 JEPANG INI PANDAI BENAR BANYAK AKALNYA. Demikianlah tak sempat kunikmati pemandangan indah pegunungan bersalju di musim dingin akibat sibuk 'DORAIBU' menyupir mobil iparku yang jalannya miring2 di jalanan bersalju.
Sesampainya kembali di rumah, iparku berkata:'DORAIBU WA OMOSHIROKATTA?' (nyupirnya senang?). Sambil mengusap sisa keringat dingin di wajahku kujawab: 'HAI,TOTTEMO OMOSHIROKATTA DESU' (ya, sangat menyenangkan). Namun sejujurnya aku berterima kasih pada iparku yang telah berbaik hati memberi kesempatan 'training' menyupir mobil salju dan menambah sebuah cerita pengalaman baru bagiku. Sebab yang kubawa mati nanti bukan harta, tahta atau wanita tapi hanya cerita.


Comments
Halo....Saya made,Dari ceritanya asik..ya..jalan2,saya juga pingin,beli nyoman bagaimana caranya dapat sim di jepang,? saya mau tinggal di jepang ama suami,Kita sudah lama tinggal di bali. kami mau ke nagoya
Posted by: Made | January 27, 2008 4:15 PM
made, salam kenal juga. cari sim jepang pasti bisa tapi perlu perjuangan - untuk orang jepangpun. sim indonesia ditransfer ke sim jepang lalu mengikuti ujian tulis(tidak susah. ada 2 pilihan: bhs jepang atau bhs inggris),
dan ujian praktek(ketat penuh disiplin peraturan2 mendetail dan tata krama. ada 2 pilihan: persneling biasa/manual (mission) atau otomatis(otoma), aku ujian praktek 3x baru lulus. jadi perlu biaya, waktu dan kesabaran. jepang/indonesia sama2 setir kanan. kalau tdk salah sim internasional berlaku max 1 th saja. semoga kesampaian tinggal di nagoya. salam.
Posted by: nyoman yudhanegara | January 27, 2008 10:41 PM
Hello!
cialis ,
Posted by: cialis | November 5, 2009 2:16 PM
golf watch watches replica romain jerome watch watches rado watches
Posted by: sword | June 20, 2010 6:49 PM