« ibuku telah pergi(my mother has gone) | Nyoman's Blog Top | Tahun Baru Jepang »

December 23, 2007

Hutan Bambu Jepang

Disamping kerja rutin di perusahaan, tiap hari Minggu atau hari libur biasanya aku bekerja 'ARUBAITO' ( kerja lepas/sambilan). Salah satunya pekerjaan menebang 'TAKE' (bambu) di 'TAKE YABU' (hutan bambu di bukit/ gunung).
Biasanya aku pergi ke hutan bambu dengan sepeda motor Honda-ku membawa peralatan kerja berupa 'NOKOGIRI'(gergaji) dan 'HIMO'(tali).(>>Click READ MORE baca selanjutnya)




Bambu Jepang serumpun dengan bambu Cina. Tumbuh sebatang2 dan lurus2.
Berbeda dengan bambu di Bali yang tumbuh berumpun .
Sekitar bulan Nopember atau Desember, yaitu saat mulai 'FUYU' (musim dingin), bambu2 tua harus di rabas dan tanahnya dibersihkan agar 'TAKENOKO' (tunas bambu muda) mendapat cukup sinar matahari dan dapat tumbuh baik sampai saatnya dipanen sekitar awal April (saat bunga SAKURA mulai bersemi). Orang Jepang suka makan tunas bambu muda dengan direbus atau disimpan lama dalam minyak wijen. ADA-ADA SAJA ORANG2 JEPANG INI PANDAI BENAR BANYAK AKALNYA.




Saat sedang musimnya sekitar April, TAKENOKO atau tunas bambu muda ini banyak dijual di 'SUPAA' (Supermarket).
Karena tempatnya terpencil di hutan, maka masalah besar saat aku kebelet buang air besar saat bekerja. Biasanya aku tinggal tengok kiri kanan, perosot celana, jongkok dan usai buang 'hajat', aku 'cebok' dengan daun bambu sekaligus kututupi sisa 'hajat' ku dengan daun2 bambu kering. Jadi sudah banyak kupendam 'harta pribadi' ku di hutan2 bambu Jepang yang luas.




Hari ini saat bekerja dalam udara dingin 3 derajat Celcius, menebang pohon2 bambu tua dan membersihkan guguran daun-daun bambu kering di tanah, agar tunas2 bambu muda tumbuh aku teringat lagu Iwan Fals ' satu-satu daun berguguran jatuh ke bumi dimakan usia....tunas tunas muda bersemi.' . yang sering kunyanyikan dengan gitar bolongku saat di Ubud, Bali. Bahwa kematian adalah hakekat kehidupan- ada yang pergi agar yang lain dapat memulai hidup dan bumi terus berputar.


Namun, betapapun juga, di pagi musim dingin ini sambil tanganku menggergaji batang pohon bambu tua, aku teringat almarhum ibuku yang meninggal dunia sebulan lalu. Aku teringat wajah letih dan tatap lembut diam ibuku. Aku teringat suara ibuku memanggil namaku.

Comments

fake patek philippe watches fake cartier watches for sale fake gucci watches

Comments