ibuku telah pergi(my mother has gone)
IBUKU TELAH PERGI
dua puluh delapan oktober
jam lima pagi saat mentari datang
ibuku telah berpulang
kembali kepada sang pencipta
dimana segala mulai segala berakhir
pergi dengan damai dalam tidurnya
ibuku yang sederhana namun penuh kasih
di dalam rumah kampungnya
di tengah keluarga dan teman masa kecil
meninggalkan semua yang mencintainya
selama setahun ibuku dalam derita sakit
namun empat belas hari sebelum kepergiannya
ibuku terlihat sehat bercengkerama
bersama cucu dan teman yang datang
atau duduk diam dengan bunga dan dupa di tangannya
empat belas hari penuh senyum canda cerita
empat belas hari penuh makna diberikan sang pencipta
lalu sekejap ia telah pergi
tak dapat kulihat wajah letih terakhirnya
tak dapat kugenggam jemari lemah terakhirnya
sebab luas samudera membentang antara aku dan ibuku
namun tangis diamku telah mengiringi kepergiannya
bisik doaku telah mengantar perjalanan terakhirnya
telah kuyakini bahwa belas kasih tangan sang pencipta
telah membawanya pergi
karena dunia ini bukan lagi tempat untuk ibuku
dan telah kuyakini kini bahwa surga
ada di bawah telapak kaki ibuku
(nyoman yudhanegara, kyoto 15.12.2007)
(ENGLISH TRANSLATION)
MY MOTHER HAS GONE
october twenty eight at five when the first rays of sun came
my mother passed away back to the great creator
to the place where all begin and all end
she went in peace in her sleep
my simple but loving mother
in her village home among families and friends
leaving all the people that loved her
after one year in pain of terrible illness
but fourteen days before she passed away
unusually she looked healthy
laughing with families and friends who came
praying with flowers and incense in her hands
fourteen days of blessed borrowed time
given by the great creator
then she just went away
i could not see her last tired face
i could not hold her last weak hands
as there was this vast ocean between my mother and me
but my silent tears had accompanied her leaving
and my whispered prayers had been with her on her last journey
and i believed that the compassionate hands
of the great creator had taken her away
because she did not belong in this world anymore
as i knew that heaven is under my mother's feet
(nyoman yudhanegara, kyoto 15.12.2007)
meninggalkan semua yang mencintainya
selama setahun ibuku dalam derita sakit
namun empat belas hari sebelum kepergiannya
ibuku terlihat sehat bercengkerama
bersama cucu dan teman yang datang
atau duduk diam dengan bunga dan dupa di tangannya
empat belas hari penuh senyum canda cerita
empat belas hari penuh makna diberikan sang pencipta
lalu sekejap ia telah pergi
tak dapat kulihat wajah letih terakhirnya
tak dapat kugenggam jemari lemah terakhirnya
sebab luas samudera membentang antara aku dan ibuku
namun tangis diamku telah mengiringi kepergiannya
bisik doaku telah mengantar perjalanan terakhirnya
telah kuyakini bahwa belas kasih tangan sang pencipta
telah membawanya pergi
karena dunia ini bukan lagi tempat untuk ibuku
dan telah kuyakini kini bahwa surga
ada di bawah telapak kaki ibuku
(nyoman yudhanegara, kyoto 15.12.2007)
(ENGLISH TRANSLATION)
MY MOTHER HAS GONE
october twenty eight at five when the first rays of sun came
my mother passed away back to the great creator
to the place where all begin and all end
she went in peace in her sleep
my simple but loving mother
in her village home among families and friends
leaving all the people that loved her
after one year in pain of terrible illness
but fourteen days before she passed away
unusually she looked healthy
laughing with families and friends who came
praying with flowers and incense in her hands
fourteen days of blessed borrowed time
given by the great creator
then she just went away
i could not see her last tired face
i could not hold her last weak hands
as there was this vast ocean between my mother and me
but my silent tears had accompanied her leaving
and my whispered prayers had been with her on her last journey
and i believed that the compassionate hands
of the great creator had taken her away
because she did not belong in this world anymore
as i knew that heaven is under my mother's feet
(nyoman yudhanegara, kyoto 15.12.2007)

