October 11, 2009

FUJI YAMA (3776 m), SHIZUOKA

Beberapa waktu lalu aku mendaki gunung Fuji (3776 m) di daerah Shizuoka. Pendakian aku lakukan malam hari. Start dari GOGOME (=Pos ke-5). Cuaca cerah berbintang tapi amat dingin menusuk tulang. Meskipun melakukan pendakian seorang diri tapi di lereng gunung aku bertemu pendaki2 lain termasuk pendaki2 dari berbagai negara. Sampai di puncak jam 4 pagi aku melihat matahari terbit dari tempat tertinggi di negara Jepang. Di bawahku terlihat pemandangan luas indah bukti kebesaran alam. Gunung Fuji adalah gunung spiritual bagi orang Jepang sejak dulu kala. Menurut kabar angin, di lereng gunung Fuji ada sebuah hutan 'misterius' yang kalau orang memasukinya tidak bisa keluar lagi alias tersesat hilang tak bisa pulang. Katanya.


September 28, 2009

TOGAKUSHI YAMA (1904 m), NAGANO

Hidup dan bekerja di Jepang memerlukan ketahanan mental, kesabaran, tidak berputus asa, harus menyesuaikan diri beradaptasi karena memang bukan tanah kelahiran. Dengan kata lain harus kuat mental dan badan. Latihan me-nguat2kan mental dan badan ini aku lakukan dengan aktivitas mendaki gunung. Karena untuk mencapai puncak gunung dituntut daya tahan, kesabaran tidak berputus asa. Kebetulan aku suka mendaki gunung sejak di SMA di Bali. Beberapa waktu lalu aku mendaki Gunung Togakushi di daerah Nagano. Kata orang2 Jepang gunung ini sejak dulu menjadi tempat latihan mental para biksu muda Budha dan NINJA Jepang karena lerengnya yang terjal berbatu karang. Penyair Jepang kuno termashur KOBAYASHI ISSA konon dahulu sering datang ke gunung ini untuk mencari inspirasi.

September 20, 2009

Tanam CABE di Tokyo Jepang

Aku anak kampung jenis manusia pemakan kangkung tempe dan cabe. Tapi KANGKUNG, TEMPE, CABE barang langka di Tokyo, Jepang. Mau tanam kangkung perlu tanah berair tak mungkin karena aku tinggal di apartemen lantai 2. Mau bikin tempe repot meragi kedelai. Hanya cabe masih mungkin aku tanam. Memang di toko dijual cabe kering asal CHINA tapi aku mau yang segar. Jadi aku tanam cabe dalam pot2 di jendela kamar agar dapat sinar matahari. Pulang kerja aku siram2. Kini tumbuh besar berbuah siap 'panen'. Tiap hari aku petik 1 buah cabe untuk masak2.

September 15, 2009

Jadi Juru Tulis Di Tokyo

Karena ekonomi Jepang memburuk akibat krisis global, perusahaan tempat kerjaku pun kelimpungan akibat sepi order. Karena boss stress pegawai pun di-obok2 sehingga 1 orang pegawai harus melakukan ber-macam2 kerja untuk efisiensi kerja perusahaan agar tidak bangkrut. Akibatnya aku di-oper2 ke sana kemari pindah2 pos kerja. Karena itu aku harus banyak belajar lagi. Setelah di bagian maintenance, aku lalu pindah jadi supir forklift angkut barang lalu pindah lagi ke bagian inventory pencatatan penghitungan barang2 hingga sekarang. Kalau di bagian maintenance aku bersenjatakan palu dan kunci inggeris sampai badan pegal2 sakit pinggang maka kini di bagian inventory kerjaku membaca dan menulis mencatat nama2 dan jumlah barang (tentu dalam bahasa kanji Jepang) sampai sakit kepala dibantu peralatan monitor dan alat printer mirip kerja kantoran. Kalau aku salah catat salah hitung maka 'orang atas' datang meng'interogasi' aku mirip petugas FBI Amerika.

September 14, 2009

Masak Mie Instant jepang

Biasanya aku dan isteriku belanja sayuran, ikan, dll. di supermarket dan kami simpan di lemari pendingiin untuk keperluan 3 hari - 1 minggu. Tapi saat 'krisis' kehabisan bahan makanan karena sibuk lupa belanja aku siasati dengan memasak mie goreng instant Jepang (=yakisoba) murah-cepat-gampang dicampur sayuran hijau banyak2, selada, tomat dan telur hingga mie instant yang sebenarnya tidak sehat ini jadi lebih bergizi dan enak.

September 13, 2009

Apartemen Jepang

Dibandingkan apartemen tempat tinggal teman2 yang sewanya 75.000 - 100.000 yen per bulan maka apartemen tempat tinggal aku dan isteriku murah seharga 55.000 yen per bulan. Murah karena apartemen tua dan tanpa pendingin ruangan/AC dan 20 menit jalan kaki jauhnya dari stasiun KA terdekat. Karena tanpa pendingin AC, saat musim panas agar tidak kepanasan dalam kamar aku siasati dengan menanam pohon merambat jenis 'GOYA' (buah PARYA Jepang) dalam pot2 di jendela kamar. Setiap pulang kerja aku siram2 hingga tumbuh rindang. Selain pelindung terik matahari dan penyejuk kamar juga buahnya bisa aku masak jadi sayur parya lezat sumber Vitamin C. Kamar pun jadi sejuk dan hijau alami walau tanpa AC.

September 8, 2009

Sarung Tangan Kerja Jepang

Setiap pekerja di Jepang dari kuli bangunan hingga tukang sapu jalan mengenakan sarung tangan saat bekerja. Mungkin maksudnya untuk keamanan dan kesehatan dan mempercepat kerja. Demikian pula di tempat kerjaku. Malah karena 'berurusan' dengan besi yang tentunya tajam2 dan sering ber-karat2 aku mengenakan sarung tangan dobel yaitu sarung tangan kain (kaos) dan sarung tangan kulit atau plastik. Sarung tangan kaos ini adalah jenis 'disposable' atau sekali pakai dibuang. Tapi untuk menghemat aku cuci dan pakai lagi ber-kali2 asal masih bisa dipakai. Walau sering diledekin teman2 tapi hidup di Jepang harus pandai2 berhemat.

Jadi Sopir Forklift Di Tokyo

Perusahaan tempat aku bekerja adalah perusahaan penyewaan alat2 perancah bangunan atau SCAFFOLDING (bhs Jepang-nya: ashiba). Alat scaffolding yang disewakan terbuat dari besi dan aluminium berbagai bentuk dan ukuran sesuai fungsinya dari yang kecil ringan hingga besar seberat lebih 10 kg. misalnya rangka atap, tangga, deck, tiang2 penyangga, dll. Perusahaan sedikit 'aneh'. Karena karyawan tidak banyak, maka aku di-oper2 kesana kemari ber-pindah2 pos kerja. Pertama aku bekerja di bagian maintenance perawatan dan pengecekan. Lalu aku ditugasi menyupir kendaraan FORKLIFT mengangkut barang. Aku harus mengenakan helmet pengaman agar tidak mati tertimpa barang berat. Karena bekerja di luar ruangan aku harus rela ber-panas2 ber-hujan2. Kadang2 barang yang diangkut kelewat berat, forklift nyaris terjungkir kelebihan beban. Karena itu aku harus siap lompat menyelamatkan diri. Lalu karena kerja rodi ala Jepang harus cepat2 maka aku sering ngebut2 nyupir forklift mirip balap gokart atau bom2 car di Tiara Dewata Denpasar.

September 7, 2009

Topi Trendy Jepang

Teman2 anak2 Bali di tempat kerja seperti si Wayan dan si Boy memang termasuk 'trendy' mengikuti perkembangan mode Jepang terbaru. Mereka mengenakan topi warna warni yang saat ini sedang populer di kalangan muda mudi Jepang. Namanya juga 'trend' tentu saja nanti cepat berubah dan berganti model.

August 31, 2009

Festival Indonesia 2009 di Enoshima

Hari Minggu 16 Agustus aku dan isteri menonton acara tahunan Festival Indonesia yang diadakan di Enoshima. Enoshima adalah pulau wisata kecil yang dihubungkan ke daratan dengan sebuah jembatan. Tempatnya indah dengan taman2, kafe, restaurant, toko cindera mata dan tangga menuju bukit. Dari atas bukit terlihat pemandangan ke teluk indah di bawah. Taman di atas bukit digunakan untuk areal pertunjukan kesenian dengan fasilitas panggung pementasan. Festival Indonesia dimeriahkan stand2 makanan Indonesia dan pertunjukan kesenian Gamelan dan Tarian Bali. Dipentaskan pula Kelompok Barong Genjek serta grup gamelan Bali yang anggotanya orang2 Jepang. Pohon2 latar belakang panggung dan pemandangan pantai Pulau Enoshima cocok dengan pertunjukan kesenian tradisional Bali mengingatkanku pada pementasan2 di Ubud, Bali. Pengunjung orang2 Jepang pun banyak membuat aku nyaris mati kelaparan karena makanan Indonesia di stand2 habis disantap para penonton Jepang.